Pagi itu Hawa bangun kesiangan padahal dia harus pergi kerja. Hari itu tidak seperti biasanya, dia tidak sempat membuatkan susu untuk Keenan. Biasanya membuatkan susu untuk Keenan sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi sebelum Hawa berangkat kerja. Karena dirinya sudah terlambat, terpaksa dia meminta tolong pada adiknya untuk membuatkan susu untuk Keenan. "Kei nanti tolong kamu buatkan susu untuk Keenan ya," ucapnya sambil berlari keluar. Melihat hal itu adiknya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dengan cepat adiknya langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh kakaknya. Beberapa saat kemudian, dari arah dalam, Keenan melangkah dengan lucunya. "Keenan, ini susunya. Tante sudah buatkan untukmu. Susunya harus langsung kamu habiskan ya biar tidak ada bakteri jahat bersarang di situ," ucapnya sambil menyodorkan susu yang sengaja diletakkan pada tempat lucu khusus untuk Keenan. Dengan cepat, Keenan langsung menghabiskan susu itu. Dalam perjalanan menuju kantornya, Hawa menyesali bangunnya yang kesiangan. Karena hal itu, dia jadi tidak bisa bermain dengan Keenan. Biasanya sebelum berangkat kerja, dia pasti menyempatkan dirinya untuk bermain sebentar dengan Keenan. Begitu jam kerja berakhir, Hawa pun segera pulang karena dia ingin segera bertemu dengan Keenan. Begitu sampai rumah, sosok yang pertama yang Hawa cari adalah Keenan. "Hallo Keenan, ibu sudah pulang, kamu di mana?" ucapnya sambil matanya sibuk mencari-cari sosok Keenan. Dari arah taman dalam, Keenan berlari-lari kecil. Keenan langsung mendekati Hawa. Hawa langsung mengangkat Keenan dalam pangkuannya. Keenan dibelai-belainya dengan lembut. Keenan bermanja-manja pada Hawa. "Keenan tahu gak ibu kangen banget sama kamu," ucapnya sambil tersenyum memandangi Keenan. "Oh, iya, sekarang kan waktunya kamu minum susu lagi ya. Nah, sekarang kamu turun dulu ya, ibu akan buatkan susu untuk kamu. Kamu suka kan?" ucap Hawa. "Meong," kucing anggora itu seolah mengerti apa yang Hawa ucapkan padanya.