Karena udara yang panas, Dinda terbangun dari tidur siangnya. Siang itu tidak seperti biasanya dia bisa bertahan tidur tanpa ditemani ac. Karena keringat membasahi wajah dan lehernya, Dinda langsung menekan tombol remote control ac yang terletak di meja nakas. Dinda tidak langsung bangkit dari tidurnya. Dia masih bermalas-malasan di tempat tidurnya. Masih dalam posisi berbaring, Dinda mendengar percakapan nenek dan kakeknya yang sepertinya berada tidak jauh dari kamar Dinda karena Dinda bisa mendengar percakapan kedua orang yang sangat dia sayangi itu dengan jelas. Baru kemarin, Kakek dan Neneknya datang dari Solo. "Teknologi semakin maju kok malah semakin aneh ya Nek," ucap kakek pada istrinya. "Memangnya kenapa toh?" ucap nenek pada suaminya. "Masa membuat sampo kok aneh. Begitu Kakek keramas dengan menggunakan sampo itu, tapi kok sama sekali tidak berbusa. Gak tahu merek apa tadi ya samponya?" ucap kakek mengeluh. "Kakek mungkin terlalu sedikit menggunakannya," ucap nenek dengan sabar. "Apanya yang sedikit, Kakek bahkan menghabiskan sampo itu sampai satu botol," ucap kakek dengan mimik yang lucu. Mendengar hal itu, Dinda langsung menuju kamar mandi. Dinda langsung meraih botol berwarna putih yang telah kosong isinya. "Kakek menghabiskan conditionerku padahal baru kemarin aku beli," ucapnya pelan dalam kamar mandi.