"Mama dan papa melarang kakakku pakai jilbab," ucap Kirana pada Fajar tanpa ekspresi yang berarti. "Kenapa? Kok bisa begitu? Pakai jilbab kan bagus. Sudah menjadi kewajiban wanita muslim untuk menutup aurat. Berarti aku beruntung banget dong memiliki orang tua yang justru mendukung keinginanku untuk memakai jilbab. Insya Allah, aku dalam waktu dekat ini, aku akan mengenakan jilbab," ucap Fajar. "Kasihan ya kakak kamu pasti sedih banget karena gak boleh pakai jilbab," ucapnya lagi pada Kirana. "Lima belas menit lagi, kakakku akan menjemputku," ucap Kirana sambil melihat pergelangan tangan kanannya. "Kamu mau pulang bareng kami gak? Mobilku masih kosong, cuma kami berdua," tanya Kirana. "Gak deh, makasih, aku pakai angkot aja. Lagian apa kamu lupa kalau rumah kita berlawanan arah," ucap Fajar. "Ya, maksudnya, kami akan mengantarmu." Fajar tersenyum mendengar ucapan temannya. "Makasih, gak usah repot-repot Ki," ucap Fajar. Lima menit kemudian, kakak Kirana sampai di kampus adiknya dengan menggunakan Honda CRV hitam. Orang itu membuka kaca mobilnya sambil menekan klakson. "Tepat waktu. Itu kakakku dah datang," ucap Kirana sambil menunjuk ke arah orang yang berada di dalam mobil itu. "Ki, kamu punya kakak berapa?" tanya Fajar pada Kirana yang hendak meninggalkannya. "Cuma satu. Ya, dia itu yang ada di dalam mobil, kakakku satu-satunya," ucap Kirana sambil tersenyum teringat perbincangan mereka berdua tadi. "Tertipu ya," Kirana mengedipkan salah satu matanya kepada Fajar. Orang laki-laki yang berada di dalam mobil pun tersenyum pada Fajar. "Oh, pantas aja," ucap Fajar sambil tersenyum. "Gila juga tuh anak, gak nyangka," sambung Fajar lagi, tapi kali ini dengan suara yang sangat pelan dan hanya bisa didengar oleh dirinya aja.
Selasa, 20 April 2010
Sabtu, 10 April 2010
MIMPI
Betapa bahagia Ginar saat itu. Bagaimana tidak, dia bisa berkencan dengan vokalis sebuah band yang sangat digandrungi banyak orang. Seolah dirinya menjadi seorang putri karena telah resmi menjadi kekasih vokalis sebuah band ternama. Uh, betapa bangga dirinya. Di mana pun, Ginar dan kekasihnya itu pergi pasti banyak orang yang akan iri melihatnya. Yang peremuan cantik dan yang laki-lakinya ganteng. Pasangan yang sunguh serasi. Bagaikan Romeo dan Juliet. Malam itu, Ginar benar-benar mendapatkan surprise dari sang kekasihnya. Malam ulang tahunnya dirayakan hanya berdua. Di sebuah taman yang telah dihiasi oleh lilin-lilin indah. Di tengah taman itu hanya terdapat satu meja dengan dua kursi yang saling berhadapan. Di meja itu tertata dua lilin dengan perlengkapan makan yang tersusun dengan rapi. Di tengah kolam yang berbentuk angka delapan itu terdapat rangkaian bunga yang terbentuk indah dengan bertuliskan "Happy birthday my soulmate". Suasana malam itu begitu romantis karena bermandikan cahaya lilin. Yang berbeda malam itu, kekasihnya itu tidak perlu menyewa orang untuk memainkan beberapa alat musik hanya sekedar akan menambah nilai keromantisan malam itu. Betapa bahagianya hati Ginar saat itu, kekasihnya menyanyikan satu lagu untuknya dengan suara emasnya itu. Lagu yang syairnya dalem banget. Sebuah lagu kesayanganya. Semuanya terlihat sangat indah dan begitu sempurna. Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing... suara beker di kamarnya berbunyi. "Aduuuuuuuuuuuuuh..." Suara Ginar mengeluh karena terjatuh dari tempat tidurnya sambil meringis kesakitan. Namun dua menit kemudian, Ginar tersenyum mengingat mimpinya.
Minggu, 04 April 2010
TERGODA
Pasti banyak laki-laki yang akan meliriknya. Bodynya seperti gitar Spanyol. Terlihat begitu seksi dan menggoda. Salah satu laki-laki meraba lekuk body yang menyerupai gitar Spanyol itu. Body yang begitu mulus, tidak ditemui cacat sedikit pun. Dirinya terlihat tampak seksi. Semakin lama dipandang terasa semakin menggodanya. Rasanya laki-laki itu tidak sabar lagi untuk segera menikmatinya. Laki-laki itu pun akhirnya mengangkat body yang berbentuk gitar Spanyol itu. Dipandangnya sekali lagi oleh laki-laki itu sambil tersenyum karena keindahan bodiya membuat semua orang tidak merasa bosan memandanginya. Bus!!! Suara botol minuman itu menyemburkan buih setelah dibuka tutupnya. "Minuman dari mana ini? Enak banget rasanya," ucap seorang laki-laki.
Langganan:
Postingan (Atom)