Rabu, 25 Agustus 2010

Mahasiswa Abadi Mata Kuliah Matematika

Karena tidak lulus mata kuliah Matematika, Angki terpaksa mengulang mata kuliah tersebut. Angki paling tidak suka dan tidak bisa dengan Matematika. Otaknya berasa macet bila menghadapi mata kuliah tersebut. Suka ataupun tidak, dia harus mengulang mata kuliah tersebut. Karena nilai Matematika II yang tidak lulus, maka pada semester genap ini dia menyantumkan mata kuliah tersebut dalam KRS-nya. Waktu berjalan begitu cepat, tidak berasa lagi, Angki harus menghadapi UAS. Karena dia merasa tidak mampu untuk menghadapi soal ujian Matematika, dia akhirnya menyewa temannya yang jago Matematika untuk menjadi joki atas dirinya. Temannya pun menyanggupinya. Menurut jadwal, mata kuliah Matematika akan diujikan besok. Angki terlihat sangat tenang dan santai di dalam kosnya malam itu. Dia bersiul-siul tanpa mempunyai rasa beban sedikit pun. Walaupun sudah ada temannya yang mau jadi joki atas namanya, Angki tetap datang ke kampusnya. Di depan perpustakaan jurusan, dia bertemu dengan dosennya. Angki dengan pede menyapa dosennya seolah-olah dia ingin meyakinkan dosennya kalau dia telah hadir di ujian mata kuliah Matematika. "Pagi Pak," sapanya sambil menyalaminya. "Pagi Ki. Gimana ujiannya tadi?" tanya dosennya. "Alhamdulillah bisa Pak," jawabnya dengan tegas dan meyakinkan. "Syukurlah, bagus kalau begitu. Saya tidak mau bertemu Anda lagi pada mata kuliah yang sama, tapi dalam kesempatan yang lain yang lebih menuenangkan, bukan antara dosen dengan mahasiswanya," ucapnya sambil menepuk bahu Angki sambil melangkah pergi. "Terima kasih Pak," ucap Angki. Begitu selesai bersua dengan dosennya, Angki menghampiri seorang temannya yang kebetulan mengulang mata kuliah Matematika. "Astrid lihat Ramadhan gak?" tanyanya. "Gak tahu," jawab temannya singkat. "Lho, tapi dia ikut ujian Matematika kan?" tanyanya lagi. "Sepertinya gak ada tuh dan memang dia gak ngulang deh. Lho, harusnya kan kamu..." ucapnya. Belum sempat temannya menyelesaikan kalimatnya, Angki langsung memotong pembicaraan "Aku cabut dulu," ucapnya. Dia langsung menuju kos Ramadhan. Betapa kagetnya Angki saat melihat Ramadhan yang masih tertidur. "Lho, dia kok..." ucap Angki. "Dia baru aja bisa tidur. Sejak kemarin, dia bolak-balik terus ke belakang. Dia kena diare," ucap salah satu teman kos Ramadhan. Akhirnya Angki pun duduk lemas di lantai sambil menatap temannya. "Apes," ucapnya lirih.