Sabtu, 05 Juni 2010

PILIHAN TERBAIK

Dua puluh lima tahun yang lalu, Hanif dihadapkan pada dua pilihan yang sulit. Pilihan yang menguras pikirannya, pilihan penting karena menyangkut masa depannya. Pilihan yang harus dia perjuangkan. Hanif dihadapkan pada pilihan antara harus memilih orang yang sangat mencintainya dengan tulus atau orang yang sangat dia cintai. Namun, orang yang dia cintai tidak memiliki cinta yang tulus. Dengan berjuang melawan hatinya, Hanif akhirnya memilih seseorang yang sangat mencintainya dengan tulus. Dan kini, dia sama sekali tidak pernah menyesali atas pilihannya itu. Bahkan sekarang, Hanif begitu mensyukurinya. Kini hidupnya sangat bahagia dengan orang yang dulu hingga saat ini begitu mencintai dirinya. Hanif pun kini bisa mencintai orang yang sejak dua puluh lima tahun lalu mendampinginya.