Malam itu, Venda bermain bulu tangkis. Beberapa kali, dia tidak bisa menangkap sasaran oleh raketnya. Betapa gemas saat itu pada sasarannya yg beberapa kali lolos oleh pukulannya. Ke sana ke mari, Venda mengejar sasarannya. Karena lelah, dia terpaksa duduk sejenak untuk istirahat. Sambil mengelap keringat di dahinya dengan punggung tangannya, dia jg meraih minumannya, matanya tetap melihat ke sekeliling. Keringat hilang, dia pun langsung bangkit kembali. Karena kurang gesit, Venda belum bisa mengenai sasaran dgn baik. "Kali ini, aku harus berhasil. Awas kalau kena," ucapnya dengan geram. Venda bersiap2 menjauhkan mukanya dengan tangannya yg terulur mendekati sasaran. "TOR!" terdengar suara spti itu dr pukulan Venda dan tepat mengenai sasarannya, yaitu salah satu nyamuk oleh raket elektriknya.