Kamis, 14 Januari 2010

SEORANG IBU KANDUNG YANG TEGA MEMBUNUH ANAKNYA

Mungkin dirinya memiliki kelainan jiwa, sehingga dia tega membunuh anak kandungnya sendiri. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa berbuat sekejam itu. Di mana naluri keibuannya itu? Apa mungkin dia telah kehilangan naluri keibuannya? Bisa jadi seperti itu kebenarannya. Sungguh menyedihkan. Seharusnya dia bersyukur bisa dikaruniai seorang anak karena tidak sedikit di dunia ini, seorang ibu yang sangat mendambakan dan merindukan kehadiran seorang anak di sisinya. Atas perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa seseorang, sudah dipastikan dia akan mendekam di penjara beberapa tahun. Lima tahun, delapan tahun, sepuluh tahun, atau dua puluh tahun, dia akan mendekam di penjara yang sangat menyeramkan itu. Biarlah ada hukum yang mengadilinya dengan seadil-adilnya karena untuk masalah hukum tidak banyak yang aku ketahui. Betapa kejam dirinya yang telah tega menusukkan pisau ke arah perut anaknya berkali-kali. Lantai di ruang itu pun dipenuhi oleh darah segar anaknya. Setelah melakukan perbuatan biadab itu, orang itu pun kemudian berlutut sambil menangis. menyesalkah dia yang telah tega membunuh anaknya kandungnya sendiri? Sambil menangis, dia langsung memeluk tubuh anaknya. Begitu layar panggung secara pelan-pelan tertutup, suara tepuk tangan para penonton terdengar menggema di dalam gedung kesenian itu.