Selasa, 20 April 2010

JILBAB

"Mama dan papa melarang kakakku pakai jilbab," ucap Kirana pada Fajar tanpa ekspresi yang berarti. "Kenapa? Kok bisa begitu? Pakai jilbab kan bagus. Sudah menjadi kewajiban wanita muslim untuk menutup aurat. Berarti aku beruntung banget dong memiliki orang tua yang justru mendukung keinginanku untuk memakai jilbab. Insya Allah, aku dalam waktu dekat ini, aku akan mengenakan jilbab," ucap Fajar. "Kasihan ya kakak kamu pasti sedih banget karena gak boleh pakai jilbab," ucapnya lagi pada Kirana. "Lima belas menit lagi, kakakku akan menjemputku," ucap Kirana sambil melihat pergelangan tangan kanannya. "Kamu mau pulang bareng kami gak? Mobilku masih kosong, cuma kami berdua," tanya Kirana. "Gak deh, makasih, aku pakai angkot aja. Lagian apa kamu lupa kalau rumah kita berlawanan arah," ucap Fajar. "Ya, maksudnya, kami akan mengantarmu." Fajar tersenyum mendengar ucapan temannya. "Makasih, gak usah repot-repot Ki," ucap Fajar. Lima menit kemudian, kakak Kirana sampai di kampus adiknya dengan menggunakan Honda CRV hitam. Orang itu membuka kaca mobilnya sambil menekan klakson. "Tepat waktu. Itu kakakku dah datang," ucap Kirana sambil menunjuk ke arah orang yang berada di dalam mobil itu. "Ki, kamu punya kakak berapa?" tanya Fajar pada Kirana yang hendak meninggalkannya. "Cuma satu. Ya, dia itu yang ada di dalam mobil, kakakku satu-satunya," ucap Kirana sambil tersenyum teringat perbincangan mereka berdua tadi. "Tertipu ya," Kirana mengedipkan salah satu matanya kepada Fajar. Orang laki-laki yang berada di dalam mobil pun tersenyum pada Fajar. "Oh, pantas aja," ucap Fajar sambil tersenyum. "Gila juga tuh anak, gak nyangka," sambung Fajar lagi, tapi kali ini dengan suara yang sangat pelan dan hanya bisa didengar oleh dirinya aja.