Sabtu, 17 Juli 2010

Sesuatu yang Disayangkan

Rumah makan minang menjadi tujuan makan siang Jesika dan Mongga. Sambil menunggu pesanannya datang, Mongga melihat-lihat sekeliling tempat makan itu. Tiba-tiba pandangannya berhenti begitu melihat seorang laki-laki tampan yang sedang duduk seorang diri. Laki-laki itu terlihat sangat tenang. "Jes, coba deh kamu lihat ke cowok yang duduk di bangku paling sudut itu. Dia cakep banget kan?" ucap Mongga meminta persetujuan temannya. "Mana sih?" tanya Jesika sambil mencari-cari seseorang yang dimaksud temannya. "Aduh, jangan keras-keras dong nanti dia dengar lagi," ucap Mongga. "Oh, yang itu ya. Busyet, itu sih cakep banget," ucap Jesika. "Menurutmu, dia udah punya pacar belum ya?" tanya Jesika. "Orang secakep dia pastinya sudah punya pacar," ucap Mongga lagi. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendekati laki-laki tampan itu. "Aduh, sayang maaf banget ya aku telat. Kamu pasti sudah menunggu lama ya di sini," ucap laki-laki yang baru saja datang sambil mengecup lawan bicaranya. Kedua laki-laki itu duduk saling berhadapan sambil berpegangan tangan. Kedua laki-laki itu terlihat begitu mesra. Melihat pemandangan seperti itu, Jesika dan Mongga saling berpandangan. Keduanya serempak mengatakan, "Cape deeeeeeh...." Disusul tawa mereka yang meledak.