Sudah satu tahun yang lalu, Manda putus dengan Yunaz, pacarnya. "Jadi, kamu sudah putus dengan pacarmu yang belagu itu. Siapa tuh namanya?" tanya Ceryl. "Yunaz," jawab Manda sambil mengangguk lesu. "Coba deh dari dulu, kamu turuti perkataanku untuk jadian dengan sepupuku, Angki. Kejadian seperti ini gak bakal terjadi deh. Sepupuku itu pasti akan menjagamu dangan baik. Dia itu laki-laki yang bertanggung jawab, dan terpenting gak nyakiti kamu dengan selingkuh dengan cewek lain seperti yang dilakukan Yunaz. Pokoknya beda jauh deh dengan mantan pacarmu itu," ucap Ceryl. "Tapi walaupun begitu, aku cinta dia, Cer," ucap Manda. "Dasar manusia bodoh mau-maunya mencintai orang seperti itu. Pintar gak, baik jauh dari jangkauannya, hanya belagu yang dia agung-agungkan," ucap Ceryl kesal. "Udah, lupain dia. Mending sekarang kamu jadian aja dengan sepupuku, Angki. Nanti malam, aku akan memperkenalkan kamu dengannya. Kamu mau ya?" tanya Ceryl. Awalnya, Manda menolaknya, tapi pada akhirnya menerima tawaran temannya. Malam itu Ceryl mengajak Manda ke sebuah Kafe untuk menemui Angki yang akan dijodohkan pada teman baiknya. Lima belas menit sudah, Ceryl dan Manda menunggu. Tiba-tiba Ceryl tersenyum sambil melambaikan tangannya pada seseorang. "Nah, itu Angki datang," ucap Ceryl. Manda langsung menengok pada orang yang dimaksud oleh Ceryl yang tidak lain adalah Yunaz sambil tangannya menggenggam erat tangan Ceryl. Wajah Manda mendadak pucat. Itulah dunia yang sesungguhnya, yaitu tidak seluas seperti yang kita bayangkan.